Translate

Minggu, 05 Maret 2023

Ritual Penyambutan Tamu dalam Kehidupan Suku Torowar

Bersama wisatawan Jerman di rumah adat suku toro wondama, Foto: Eky Sawaki

Ritual Penyambutan Tamu dalam kehidupan masyarakat suku Toro di Wondama Papua Barat Indonesia.

Penyambutan yang dimaksud di sini adalah penyambutan yang selalu dilakukan kepada orang atau tamu yang baru pertama kali datang dan mengunjungi mereka. Ritual penyambutan ini diawali dengan pemasangan tali hutan yang diikat dari satu pohon ke pohon yang lain dan dibentangkan melintas di tengah jalan masuk ke kampung mereka. Tali hutan yang dibentangkan itu mereka menggantung berbagai rumput dan daun daun hutan. Setelah itu mereka menyediakan parang dan parang tersebut akan diberikan kepada tamu yang hendak masuk. Biasa pimpinan rombongan dari tamu yang hendak masuk yang memegang parang yang diberikan. Parang tersebut digunakan untuk memotong tali yang telah mereka bentang dan melintas di jalan. Setelah tali yang dibentangkan sudah selesai, diantara orang suku toro mereka mengutus salah seorang unduk duduk di bawah tali yang telah dibentangkan dan di pinggiran jalan sebalah kiri dan kanan dipenuhi oleh orang suku yang memegang tifa dan akan bernyanyi mengiringi perjalanan menuju rumah adat dan di sebelah kanan berdiri para ibu-ibu yang memegang bambu, di dalam bambu yang mereka pegang sudah tersedia air yang mereka isi langsung dari sungai di dekat kampung.

Setelah persiapan itu semua suda siap, maka mulailah dengan proses penyambutan yang diawali dengan pemotongan tali oleh salah satu tamu atau katakanlah pimpinan tamu, setelah tali itu dipotong, tamu yang telah memotong tali melanjutkan dengan memegang tangan orang suku yang telah duduk di bawah tali yang dibentangkan tadi, mengangkatnya untuk berdiri.
Setalah itu mereka yang sudah berdiri dengan memegang tifa akan membunyikan tifa dan menyanyi nyanyian tradisional mereka. Para tamu hendak masuk melintas tali itu dan mereka mencuci tangan dari air yang sudah disediakan dalam bambu yang dipegang oleh ibu-ibu, air itu hendak dituang dan setiap tamu maupun semua orang yang ada di situ wajib mencuci tangan termasuk semua orang suku yang ada.

Ritual penjemputan tamu di suku toro, foto: Eky Sawaki

Setelah itu para tamu diantar dengan iringan musik tifa dan nyanyian tradisional menuju rumah adat suku toro. Saat sampai di halaman rumah adat, para tamu akan dikalungkan noken khas suku toro yang dirajut dari bahan tali hutan. Setelah itu setiap orang baik tamu maupun orang suku diwajibkan mencuci tangan untuk kedua kali dan disilahkan memasuki rumah adat.

Ritual memasuki rumah adat suku toro, Foto: Eky Saaki

Dirumah adat mereka memberi kesempatan kepada tamu untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan. Lalu merekapun diskusi untuk mempersiapkan apa yangmenjadi maksud dan tujuan tamu.
Mereka bernyanyi nyanyian tradisional  mereka dengan iringan musik tifa, sementara ibu-ibu menyediakan jamuan makan bersama. Setelah jamuan makan sudah tersedia, tamu bersama orang suka makan bersama. Makanan yang dihidangkan biasanya berupa hasil kebun seperti ubi, singkong, bete, papeda, labu. dengan lauk daging seperti babi, rusa, kasuari, kanguru. Mereka tidak menyediakan piring dan senduk maupun air dan gelas minum seperti biasanya dalam acara pada umumnya sehingga makanan yang ada  hanya dipegang dan disimpan di telapak tangan untuk memakannya. Air minum yang disediakan untuk diminum pun terbatas dalam beberapa gelas saja, namun harus diminum oleh sekian banyak orang yang makan.

Wisatawan Jerman makan bersama dengan suku toro
Foto: Eky Sawaki

Untuk minum air pun harus secara bersamaan, jika ada yang lebih dahulu selesai makan, tidak diijinkan untuk meminum air mendahului yang lain, sehingga mereka yang lebih dahulu selesai makan harus menunggu yang lain, jika semuanya sudah selesai makan barulah air yang disediakan itu bisa diminum. Air yang disediakan untuk diminum itu dapat diminum secara bergiliran dari satu orang ke orang lainnya.
Jika semuanyabsudah selesai, tempat makanan dan tempat minum semunya dikembalikan dan diambil oleh ibu-ibu ke dapur mereka. Untuk mencuci tangan dari air yang tersedia dalam bambu pun menjadi wajib. Sebelum makam dan sesudah makan, semua orang baik tamu maupun orang suku diwajibkan mencuci tangan.

Adat mencuci tangan suku toro, foto: Eky Sawaki

Jika semuanya sudah selesai maka prosesi ritual adat penyambutan tamu dan makan bersama telah selesai, Barulah para tamu maupun orang suku boleh melakukan aktivitas yang lain. Untuk keluar meninggalkan rumah adat pun diwajibkan untuk mencuci tangan.

Gadis Jerman sedang menabu tifa di rumah adat suku toro, foto: Eky Sawaki


Untuk sampai di Kampung Undurara suku toro, bisa dijangkau dengan kendaraan 4WD dengan waktu tempuh sekitar 6 jam dari kota Wasior.

Jalan di bukit jawasi menuju undurara suku toro,
Foto: Eky Sawaki

Disana tidak ada kios, jika anda ingin melakukan perjalanan ke sana maka disarankan membeli keperluan logistik di wasior.

Jika anda ingin ke undurara dan membutuhkan pemandu, bisa menghubungi kami melalui email : echletusjefry@gmail.com atau WA +62 8124891154


Rute penerbangan dari Jakarta dan Denpasar ke Manokwari Lalu ke kota Wasior di Wondama


Kamis, 02 Maret 2023

Suku Torowar di Wondama.

Pernahkah Anda bertemu orang-orang suku seperti ini dalam hidup Anda ?

 Mereka bernyanyi dan menari sepanjang jalan dengan musik tifa, mengalungkan noken khas mereka yang terbuat dari rajutan tali hutan, membawa tamu ke rumah adat mereka adalah prosesi adat khas mereka yang biasanya tidak dilakukan untuk semua orang yang datang, hanya untuk orang yang mereka percayai. dan dianggap baik. Toro merupakan salah satu suku di Kabupaten Teluk Wondama yang terisolir dan jauh dari hiruk pikuk kota. mereka hidup di hutan apa adanya dengan kehidupan yang sangat bergantung pada alamnya.

Ingin merasakan sensasi seperti ini ?

Silahkan mulai dengan merencanakan perjalanan anda, kami siap melayani anda.


Rute penerbangan dari Jakarta dan Denpasar ke Manokwari Lalu ke kota Wasior di Wondama


Jika anda ingin ke sana dan membutuhkan pemandu, bisa menghubungi kami melalui email : echletusjefry@gmail.com atau WA +62 8124891154





Rabu, 15 Februari 2023

Where the Wondiwoi Tree Kangaroo was found

Wondowoi mountains

The Wondiwoi tree kangaroo ( Dendrolagus mayri ) is known as a species of mammal in the genus Dendroagus  Until now only known from a single specimen collected in 1928.  The only known specimen is a male weighing 9.25 kg. Dendrolagus mayri  is found on the Wondiwoi Peninsula  at an altitude of between 1600 meters above sea level . It is estimated that the Wondiwoi tree kangaroo can occupy an area of ​​300 km². 
Global Wildlife Conservation, a wildlife conservation charity, listed the Wondiwoi Tree Kangaroo as one of the "25 Most Wanted Lost Species"

The Wondiwoi tree kangaroo was first seen in 1928 by legendary evolutionary biologist Ernst Mayr. He saw it in the Wondiwoi mountains at that time.

Mayr shot the only known specimen so far and sent it to Natural History in London. In 1933, this species was identified as Dendrolagus mayri. Since that incident, local people have rarely reported the presence of the species. Nearly a century ago the Wondiwoi tree kangaroo disappeared from the wild and many thought the species was extinct.

Curiosity about the mysterious disappearance of tree kangaroos led Michael Smith, an amateur botanist from England, to lead an expedition through the dense bamboo forest in the Wondiwoi Mountains, Teluk Wondama Regency, West Papua, Indonesia.

The man from Farnham, England planned the expedition after hearing about the mysterious animal while exploring the mountains of West Papua in 2017. The expedition started on July 23. A week later they reported their findings.

When found, the Womdiwoi tree kangaroo was climbing a tree and was seen by a local guide, Smith immediately photographed the Wondiwoi tree kangaroo.

Prior to publication, Smith solicited input from tree kangaroo experts including Mark Eldridge, a marsupial biologist at the Australian Museum in Sydney and Roger Martin of James Cook University.

"This is one of the most unknown mammals in the world. The species is still there, it's amazing. The mountains are remote and difficult to access," said Eldridge who was not involved in this expedition.

From these references we tried to carry out an expedition to penetrate Mount Wondiboi in 2021, 2022 and 2023 to confirm the existence of this animal, but this expedition was unable to find the mysterious Wondiwoi tree kangaroo.

On our 4th expedition in January 2023 we managed to find the Nemena Tree Kangaroo (Dendrolagus Ursinus).

Nemena tree kangaroo

The nemena tree kangaroo (Dendrolagus Ursinus) is   a marsupial  in the Macropodidae family. This animal is endemic to the Doberai Peninsula region  and possibly also to the Fak-Fak peninsula in West Papua, Indonesia. Other common names for this animal are  the black tree kangaroo ,  the Vogelkop tree kangaroo  ( Vogelkop  is the Dutch name  for the region of Doberai), and  the white-necked tree kangaroo . This animal is threatened by habitat destruction  and is listed as vulnerable  by the IUCN. 

Geographical distribution of the Nemena tree kangaroo

From a geographical distribution, the namena tree kangaroo has not been detected in the Wondiboi mountains, Wondama Bay, West Papua, Indonesia, but it turns out that this tree kangaroo was found in the Wondiboi Mountains at an altitude of around 1200 meters above sea level. The animal was in a tree that was about 15 m high from the ground, but unfortunately we couldn't take good pictures because it was almost night and it was getting dark in the middle of the forest, the camera equipment was barely below standard.

The forest where
the wondiwoi tree kangaroo was found

The Nemena tree kangaroo is a species of step that has just been discovered for the first time. according to information from the local community, they have never encountered a type of black tree kangaroo like the nemena, this can be concluded that the nemena tree kangaroo is indeed at a height that is difficult to reach and rarely reached so that it has never been found by local people. From the results of this discovery, hopefully it will be a reference for the world of wildlife lovers, marsupial experts and also readers that the Nemena Tree Kangaroo is found in the Wondiboi mountains.

The forest where
the nemena tree kangaroo was found

From the location of the discovery of the Nemena Tree Kangaroo in 2023 and the location of the Wondiwoi Tree Kangaroo in 2017 it is not far away and is in the same forest ecosystem, the distance between the two discovery locations is about 1 hour by foot in the middle of the forest following the mountain vein.
The location of the discovery of the Wondiwoi Tree Kangaroo is at an altitude of about 1600 which is overgrown with tropical rain forest at the foot of the last mountain before the top of Wondiboi.

Moss and forest mushrooms near the location where
the wondiwoi tree kangaroo was found

 There is a small stream beside which grows giant banana trees ( Musa ingens)  and various other dense vegetation. Among the trees there are many hiding places and shelters for the wondiwoi tree kangaroos. This is a forest ecosystem that is suitable for habitation by tree kangaroos.


The wondiwoi tree kangaroo hiding place

 Some of the existing mercury banana trees ( Musa ingens) have bear fruit and some are already ripe. In our opinion, it looks like the tree kangaroos are around that location because there are giant bananas ready to eat.

Giant bananas and
forest flowers around where
the Wondiwoi tree kangaroo was found

At this location there are also various types of colorful forest plants, forest flowers, insects and forest mushrooms.

Mushrooms and forest flowers around the location where the wondiwoi tree kangaroo was found

It is a suitable habitat for bowerbirds so that the most bowerbirds are here.

Bowerbird nest

Tree kangaroo claw marks are on trees at an altitude of 1600 masl to 2000 masl. if the observations are carried out slowly and for a duration of 1 to 2 weeks, then it is very likely that you will be able to find wondiwoi tree kangaroos.

Some kangaroo claw marks
on the tree

These two types of tree kangaroos are located at high altitudes that are difficult and rarely reached by local hunters and local people in general, so that habitat destruction by local people does not occur, and these two types of animals are not the main target of local hunters.
But indirectly it seems that habitat destruction can occur due to habitat fragmentation, geological processes, climate change, invasive species and lack of ecosystem nutrition.

There is another possibility, from the difficulty in getting food intake due to excessive city noise, sometimes heard up to an altitude of 2,000 meters above sea level, which makes these animals afraid to go out and go down to find food, this can cause extinction to occur naturally. (Eky Sawaki)

Rabu, 25 Januari 2023

Pengamatan Burung dan Satwa Liar di Pegunungan Wondiboi Wondama

Wondiboi Mountains, Photo Eky Sawaki

Pengamatan burung  dan satwa liar adalah sebuah kegiatan yang banyak disukai wisatawan. Salah satu tempat yang sudah terkenal di dunia adalah Pegunungan wondiboi, namun atraksi pengamatan burung dan satwa liar lainnya belum dikenal di dunia.

Bowerbird nest, photo Eky sawaki

Pegunungan wondiboi bisa menjadi tempat pendakian favorit bagi para wisatawan pencinta alam dari seluruh dunia yang ingin melihat tumbuh-tumbuhan dan hewan endemik Papua.

Bowerbird nest, photo Eky Sawaki

Terletak di Teluk wondama atau semenanjung wandammen, pegunungan womdiboi dapat dijangkau dengan mudah dengan berjalan kaki dari tempat dimana wisatawan tinggal. Di pinggiran gunung dan lereng Pegunungan wondiboi, wisatawan bisa melihat berbagai jenis burung seperti burung Cendrawasih, kakaktua putih, taun taun/rangkong, kakaktua raja, nuri,  dan lain lain.

Birds in Wondiboy Mountains, photo : Eky Sawaki

Pada ketinggian diatas 1000 mdpl, wisatawan juga dapat melihat burung bower bird, blue grey robin, white faced robin, hooded pitohui dan masih banyak burung endemik papua lainnya.

Birds in wondiboi montains, photo Eky sawaki

Selain itu wisatawan bisa menemukan kus kus, kuskus ekor kait, kangguru tanah kecil atau walabi hutan, kangguru pohon kelabu (dendrolagus inustus), sejenis kangguru pohon vogelkop wondiwoi (dendrolagus ursinus) yang baru saja kami temukan pada minggu, 15 januari 2023.

Dendrolagus Ursinus

Jika beruntung maka bisa menemukan hewan misterius kangguru pohon wondiwoi atau dalam bahasa inggrisnya wondiwoi tree kanggaroo (dendrolagus mayri) yang sampai saat ini juga kami belum menemukannya.


Perlu diketahu bahwa wondiwoi tree kanggaro (dendrolagus mayri) pertama kali ditemukan pada tahun 1928 oleh ahli biologi evolusi legendaris asal Jerman Ernst Mayr dan hewan misterius ini menghilang dari alam liar selama 90 tahun lalu kembali diemukan untuk kedua kalinya oleh ahli botani amatir inggris Michael Smith pada tahun 2017 lalu. Disamping itu,  wisatawan bisa menemukan berbagai macam serangga yang berwarna-warni, serta kupu-kupu yang hidup dan terbang di antara daun-daun di hutan hujan tropis ini.

Cuccua in wondiboi forest, photo Eky Sawaki

Pegunungan Wondiboi terdapat berbagai jenis burung surga atau yang dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah birds of paradise memiliki peranan yang sangat penting dalam ekosistem hutan tropis (rainforest). Burung-burung ini adalah penyebar biji dari berbagai jenis pohon yang ada di hutan. Buah yang dimakan  makan kemudian diterbangkan hingga berkilo-kilo meter jauhnya lalu dijatuhkan lewat kotoran atau paruh mereka. Oleh karena itu, burung surga dan semua jenis burung di Pegunungan wondiboi dan seluruh wondama patut diberi penghargaan dan dilindungi karena tugas mereka yang mulia itu.

Lesser Bird of Paradise, Eky Sawaki Photo

Berikut tempat strategis yang memudahkan akses wisatawan menuju pegunungan wondiboi adalah Kampung Ramiki dan Wondiboi. Perjalanan dari pusat kota wasior menuju dua kampung ini membutuhkan waktu 10 dan 15 menit menggunakan kendaraan roda 2 maupun roda 4. Di kampung Ramiki maupun wondiboi, wisatawan dapat melakukan aktivitas berjalan kaki mendaki gunung wondiboi.

Kowi Hill in Wondiboi Forest, photo Eky Sawaki

Selain mengamati berbagai jenis burung, satwa liar dan unggas, wisatawan dapat juga mempelajari herbal medicine. Disepanjang jalan wisatawan dapat menemukan berbagai macam jenis tumbuhan hutan yang biasanya oleh masyarakat lokal dijadikan sebagai obat obatan dalam pengobatan tradisional.

Sebagai pemandu wisata, kami sering mengantar wisatawan ke pesisir pantai, pulau pulau maupun ke hutan, di hutan biasanya kami menginap di dalam hutan selama 4 sampai 5 hari dengan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain.


Di dalam hutan, tidak ada hotel mewah, yang ada adalah base-camp sederhana dibangun khusus untuk wisatawan pengamat burung dan satwa liar. Untuk penerangan di malam hari, senter atau rechargeable lamp bisa digunakan. Agar wisatawan bisa tidur dengan nyaman, kami biasanya membawa tenda dome, terpal, serta peralatan masak dan makan-minum. Lokasi perkemahan biasanya kami bangun di pinggir kali.

My baecamp in Ramiki forest, photo Eky sawaki

Berbagai kegiatan wisata menarik lainnya adalah hiking di sepanjang sungai yang menjadi tempat hidupnya katak, serta berbagai satwa endemik Pegunungan Wondiboi.

Photo Eky Sawaki

Suhu udara di pegunungan wondiboi cukup dingin di malam hari. Oleh karena itu, wisatawan disarankan membawa pakaian tebal agar bisa merasa hangat saat tidur nanti. Selain pakaian, bahan makanan juga tidak tersedia di sana seperti beras, roti, dan sejumlah makanan kaleng dan snack ada baiknya dibeli dari kota supaya wisatawan bisa memakannya di sana. Bahan makanan lokal pun demikian antara lain betatas, singkong, pisang dan sayur-sayuran bisa dibeli dari penduduk setempat agar dibawa saat mendaki.

Jika Anda tertarik menjelajah dan mengamati burung dan satwa liar di Pegunungan Wondiboi Wondama, Anda dapat menghubungi, Eky Sawaki WA +62 812 4895 1154 atau via email: echletusjefry@gmail.com

Di samping aktivitas pengamatan burung dan satwa liar yang kami lakukan bersama dengan wisatawan di hutan, kami juga memandu wisatawan di malam hari untuk mencari kelelawar, kuskus, tikus dan walabi. Aktivitas ekowisata di hutan ini secara langsung bisa membantu perekonomian warga masyarakat  yang tinggal tidak jauh dari hutan dan juga sekaligus mendukung mereka untuk melestarikan hutan mereka sendiri. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan kepada pembaca agar tidak memburu burung-burung maupun satwa liar Papua untuk dipelihara di dalam sangkar.

Birdwaching in wondiboi mountains

Cara terbaik untuk menikmati keindahan dan mendengar suara kicauannya yang merdu adalah dengan datang langsung ke habitatnya. Dengan berkunjung sebagai wisatawan pengamat burung dan satwa liar ke wondama papua barat, kita membantu masyarakat melindungi satwa burung di hutan sekaligus membantu perekonomian masyarakat.

Local people in Ramiki Forest 

Jika masyarakat mendapatkan manfaat ekonomi yang positif dari ekowisata pengamatan burung dan satwa liar di hutan maka mereka dengan senang hati akan menjaga hutan hujan tropis yang ada di daerah mereka. Ditulis oleh Eky Sawaki.



Rute penerbangan dari Jakarta dan Denpasar ke Manokwari Lalu ke kota Wasior di Wondama

Senin, 09 Januari 2023

Lokasi penemuan Kanguru Pohon Wondiwoi


Kanguru pohon Wondiwoi (Dendrolagus mayri) diketahui sebagai spesies mamalia dalam genus Dendroagus Sampai saat ini hanya diketahui dari spesimen tunggal yang dikumpulkan pada tahun 1928. Satu-satunya spesimen yang diketahui adalah jantan dengan berat 9,25 kg. Dendrolagus mayri ditemukan di Semenanjung Wondiwoi berada pada ketinggian antara 1600 mdpl. Diperkirakan bahwa kanguru pohon Wondiwoi dapat menempati area seluas 300 km².
Pelestarian Satwa Liar Global, badan amal pelestarian margasatwa, mendaftarkan Kangaroo Pohon Wondiwoi sebagai salah satu dari "25 Spesies Hilang Paling Dicari"

Kanguru pohon Wondiwoi pertama kali dilihat pada 1928 oleh ahli biologi evolusi legendaris Ernst Mayr. Ia melihatnya di pegunungan Wondiwoi pada waktu itu.

Mayr menembak spesimen satu-satunya yang diketahui selama ini dan mengirimnya ke Natural History di London. Pada 1933, spesies ini diidentifikasi sebagai Dendrolagus mayri. Sejak kejadian itu, masyarakat lokal  jarang melaporkan keberadaan spesies tersebut. Hampir seabad kanguru pohon Wondiwoi menghilang dari alam liar dan banyak yang menyangka spesies ini telah punah.

Rasa penasaran akan hilangnya kanguru pohon secara misterius membuat Michael Smith ahli botani amatir dari Inggris memimpin ekspedisi menembus hutan bambu yang lebat di Pegunungan Wondiwoi, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Indonesia.

Pria asal Farnham, Inggris itu merencanakan ekspedisi setelah mendengar tentang hewan misterius ketika menjelajahi pegunungan Papua Barat pada 2017. Ekspedisi pun di mulai pada 23 Juli. Seminggu kemudian mereka mengabarkan temuan mereka.

Saat ditemukan, kanguru pohon womdiwoi ini sedang memanjat di sebuah pohon dan dilihat oleh pemandu lokal, Smith langsung memotret wujud kanguru pohon Wondiwoi tersebut.

Sebelum dipublikasikan, Smith meminta masukan dari ahli kanguru pohon termasuk Mark Eldridge, ahli biologi marsupial di Australian Museum di Sydney dan Roger Martin dari James Cook University.

"Ini adalah salah satu mamalia yang paling tidak dikenal di dunia. Spesies itu ternyata masih ada, itu sangat menakjubkan. Pegunungan tersebut merupakan tempat yang terpencil dan sulit untuk diakses," kata Eldridge yang tidak terlibat dalam ekspedisi ini.

Dari referensi tersebut kami mencoba melakukan ekspedisi menembus gunung wondiboi pada 2021, 2022 dan 2023 untuk memastikan keberadaan hewan ini namun expedisi ini tidak berhasil menemukan hewan misterius kanguru pohon wondiwoi.

Expedisi ke 4 pada Januari 2023 kami berhasil menemukan Kanguru Pohon Nemena (Dendrolagus Ursinus).

Kanguru pohon nemena

Kanguru pohon nemena (Dendrolagus Ursinus) adalah sejenis hewan berkantung dalam keluarga Macropodidae. Hewan ini merupakan hewan endemik di wilayah Semenanjung doberai dan mungkin juga di semenanjung Fak-Fak di Papua Barat, Indonesia. Nama umum lainnya untuk hewan ini adalah kanguru pohon hitam, kanguru pohon Vogelkop (Vogelkop adalah nama Belanda untuk wilayah Doberai), dan kanguru pohon berleher putih. Hewan ini terancam oleh pengrusakan habitat dan terdaftar sebagai hewan rentan oleh IUCN.

Geografis sebaran Kanguru pohon Nemena

Dari sebaran geografis, kanguru pohon namena belum terdeksi di pegunungan wondiboi, Teluk Wondama, Papua Barat, Indonesia, namun ternyata kenguru pohon ini berhasl kami temukan di Pegunungan Wondiboi di ketinggian sekitar 1200 mdpl. Hewan tersebut berada pada sebuah pohon yang tingginya dari permukaan tanah sekitar 15 m, namun sayangnya kami tidak berhasil memotret dengan baik karena hari suda hampir malam dan di tengah hutan sudah mulai gelap, peralatan camera pun pas pasan dibawah standard.

Hutan lokasi penemuan
kanguru pohon wondiwoi

Kanguru pohon Nemena termasuk species langkah yang baru pertama kali ditemukan. menurut informasih dari masyarakat lokal, mereka belum pernah menemukan jenis kanguru phon hitam seperti nemena, hal ini bisa disimpulkan bahwa memang kanguru pohon nemena berada pada ketinggian yang sulit dijangkau dan jarang dijangkau sehingga tidak pernah ditemukan oleh masyarakat lokal. Dari hasil penemuan ini semoga menjadi referensi pada dunia pecinta satwa liar, para ahli marsupial dan juga pembaca bahwa Kanguru Pohon Nemena terdapat di pegunungan Wondiboi.

Hutan lokasi penemuan
kanguru pohon nemena

Dari lokasi penemuan Kanguru Pohon Nemena pada 2023 dengan lokasi penemuan Kanguru Pohon Wondiwoi pada 2017 tidaklah jauh dan berada pada satu ekosistem hutanyang sama, jarak tempuh antara kedua lokasi penemuan ini sekitar 1 jam dengan berjalan kaki di tengah hutan mengikuti urat gunung.
Lokasi penemuan Kanguru Pohon Wondiwoi berada pada ketinggian sekitar 1600 yang ditumbuhi hutan hujan tropis di bawah kaki gunung terakhir sebelum puncak wondiboi.

Lumut dan jamur hutan di dekat lokasi penemuan
kanguru pohon wondiwoi

 Ada kali kecil yang disampingnya ditumbuhi pohon pisang raksasa (Musa ingens) dan berbagai jenis tumbuhan lain yang lebat, diantara pepohonan itu terdapat banyak sarang tempat persembunyian dan tempat berlindung bagi kanguru pohon wondiwoi. ini merupakan ekosistem hutan yang cocok dihuni oleh kanguru pohon.

Tempat persembunyian
Kanguru pohon wondiwoi

Beberapa pohon pisang raksa (Musa ingens) yang ada telah berbuah dan sebagian sudah matang, menurut hemat kami sepertinya kangguru pohon itu berada disekitar lokasi itu karena ada buah pisang raksasa yang sudah siap disantap.

Pisang raksasa dan
bunga-bunga hutan di sekitar lokasi penemuan
kanguru pohon wondiwoi

Di lokasi ini juga terdapat berbagai jenis tumbuhan hutan warna warni, bunga-bunga hutan, serangga dan jamur hutan.

Jamur dan bunga-bunga hutan di sekitar lokasi penemuan kanguru pohon wondiwoi

Merupakan habitat yang cocok bagi bowerbird sehingga bowerbird  terbanyak berada di sini.

Sarang bowerbird

Bekas cakar kanguru pohon berada di pohon pada ketinggian 1600 mdpl sampai 2000 mdpl. jika pengamatan dilakukan secara perlahan dan dalam durasi waktu 1 sampai 2 minggu, maka kemungkinan besar bisa menemukan kanguru pohon wondiwoi.

Beberapa bekas cakar
kanguru pada pohon

Kedua jenis kanguru pohon ini berada pada lokasi ketinggian yang sulit dan jarang dijangkau oleh pemburu lokal maupun masyarakat lokal pada umumnya, sehingga perusakan habitan oleh masyarakat lokal tidak terjadi, dan juga kedua jenis hewan ini tidak menjadi sasaran utama pemburu lokal.
Namun ecara tidak langsung sepertinya  perusakan habitat dapat terjadi karena fragmentasi habitat,proses geologi, perubahan iklim, spesies invasif dan minimnya nutrisi ekosistem.

Ada kemungkinan lain dari sulitnya asupan makanan yang didapat akibat kebisingan kota yang berlebihan terkadang terdengar sampai pada ketiggian 2000 mdpl membuat hewan ini ketakutan untuk keluar dan turun mencari makan, itu bisa membuat kepunahan terjadi secara alami. (Eky Sawaki)