Translate

Senin, 08 Mei 2023

DISCOVER PARADISE IN PURUP ISLAND WEST PAPUA


👉 GEOGRAPHY

👉 PEOPLE

👉 CULTURE


👉ENVIRONMENT

👉 CONNECTIVITY



👉 TRAVEL INFORMATION



👇




JELAJAH PULAU PURUP DI WONDAMA PAPUA BARAT

GEOGRAFI


Pulau Purup adalah sebuah pulau di Kecamatan Rumberpon  Kabupaten Teluk Wondama Provinsi Papua Barat Indonesia, Dalam system koordinat geografis Kecamatan Rumberpon berada pada koordinat 1o 50' 1.665" Lintang Selatan dan 1340 10" 44.938" Bujur Timur. Posisi Pulau Rumberpon berada di bagian utara dari Kabupaten Teluk Wondama. Letaknya berbatasan langsung dengan Kabupaten Manokwari Selatan. Pulau Purup rumberpon ini berada di Kawasan taman nasional teluk cendrawasih. Taman Nasional Teluk Cenderawasih merupakan taman nasional perairan laut terluas di Indonesia, terdiri dari daratan dan pesisir pantai (0,9%), daratan pulau-pulau (3,8%), terumbu karang (5,5%), dan perairan lautan (89,8%). Teluk Cenderawasih memiliki struktur geologi yang unik dan sejarah oceanographic yang sangat penting. Taman nasional laut ini memiliki terumbu karang yang luas dengan kualitas terbaik di dunia. Tercatat lebih dari 500 jenis spesies terumbu karang dengan 14 spesies baru. Pulau Purup termasuk salah satu tempat terbanyak ditemukannya keanekaragaman hayati yang pernah dicatat di seluruh dunia. Tercatat kurang lebih 209 jenis ikan penghuni kawasan ini di antaranya butterflyfish, angelfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish, dan anemonefish.

Jenis moluska antara lain keong cowries (Cypraea spp.), keong strombidae (Lambis spp.), keong kerucut (Conus spp.), triton terompet (Charonia tritonis), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

Terdapat empat jenis penyu yang sering mendarat di taman nasional ini yaitu penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivaceae), dan penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Duyung (Dugong dugon), paus biru (Balaenoptera musculus), ketam kelapa (Birgus latro), lumba-lumba, dan hiu sering terlihat di perairan Taman Nasional Teluk Cendrawasih termasuk di pulau purup. Beberapa jenis satwa liar seperti kuskus, elang laut, kakatua raja dan lainnya pun berada di pulau purup.

Selain itu terdapat beberapa laguna yang jernih kebiruan, pulau pulau kecil eksotis, situ peninggalan prasejarah berupa gambar cadas atau lukisan prasejarah ambesibui, sanepa, inuri kyari dan tengkorak manusia purba yang berada di situs ceruk imande, dan situs batu karam yang berada di sekitar pulau purup dan rumberpon.

Kondisi Geografi unik pulau ini memikat pengunjung. Terumbu karang yang indah menawarkan berbagai sensasi warna, pulau-pulau kecil yang sebagiannya dikelilingi batu cadas dan pasir putih lembut yang dikelilingi oleh perairan dangkal paling jernih. Pulau ini tak berpenghuni, hanya menjadi tempat persinggahan bagi masyarakat lokal jika melakukaan perjalanan laut ke kota wasior kabupaten teluk wondama atau sebaliknya, juga sebagai tempat parkir para nelayan lokal. Masyarakat lokal hanya mendiami Pulau besar Rumberpon. Terdapat tujuh kampung yang mengelilingi Pulau Rumberpon diantaranya Kampung Yomakan, Yembekiri I, Yembekiri II, Watitindau, Iseren, Yariyari dan Isenebuay.

Keindahan Pulau Purup Rumberpon tidak hanya di atas air. Purup adalah rumah bagi sekian persen terumbu karang di planet ini yang hadir dengan ledakan warna yang disumbangkan oleh karang lunak dan keras yang membentuknya. Terumbu karang adalah rumah bagi ratusan spesies ikan. Terpikat oleh nutrisi kaya yang mengalir bersama arus, ikan besar seperti lumba lumba dan hiu paus juga menjadikan Purup sebagai rumah mereka. Pulau Purup merupakan tempat terbanyak ditemukannya keanekaragaman hayati yang pernah dicatat di seluruh dunia.


MASYARAKAT



Meskipun sangat sedikit yang diketahui tentang sejarah kuno Pulau Purup dan Rumberpon, namun perlu diketahui bahwa Pulau Purup sudah pernah dihuni lebih dari 3000 tahun yang lalu, dibuktikan dengan peninggalan gambar cadas atau lukisan prasejarah dan peninggalan tengkorak serta tulang belulang manusia di beberapa situs di pulau purup dan Rumberpon. Ini sesuai dengan Hasil laporan resmi para Peneliti dari Balai Arkeolog Papua yang dirilis pada 2019 lalu. Orang Rumberpon  adalah bagian dari suku wamesa, salah satu suku besar di Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat. Sebagiannya merupakan hasil dari beberapa gelombang pemukiman dari suku kuri, suku wondama, suku sough dan suku byak yang terinteraksi ratusan tahun dan juga mereka yang telah melintasi lautan selama beberapa abad. Budaya, tradisi dan ciri fisik masyarakat yang beragam menjadi saksi fakta. Lokasi geografisnya, merupakan wadah peleburan orang dan budaya. Bahasa lokal adalah Bahasa wamesa dan Bahasa sough.

Jumlah penduduk sesuai Data Badan Pusat Statistik Tahun 2018 menghitung populasi sebanyak 1.955 orang. Semuanya tinggal di tujuh kampung yang mengelilingi pulau Rumberpon.

Mata pencaharian penduduk lokal secara tradisional bergantung pada laut, dengan perikanan sebagai sumber utama penghidupan. Sementara perikanan masih memberikan kontribusi yang besar terhadap perekonomian dalam hal lapangan kerja dan pendapatan, semoga pariwisata merupakan sumber pendapatan selanjutnya bagi perekonomian masyarakat lokal.


BUDAYA

Meskipun menjadi rumah bagi 1.955 orang, Rumberpon memiliki budaya dan tradisi yang unik. Meskipun sangat dipengaruhi oleh berbagai budaya di sekitar, namun budaya dan tradisi mereka telah dibentuk oleh lingkungan pesisir, pulau dan laut yang mengelilinginya.

Wamesa dan Sough adalah bahasa orang Rumberpon. Orang Wamesa dahulu sebagai pembuat perahu tradisional dengan ukuran besar yang digunakan sebagai alat angkut barang maupun orang, telah dibentuk selama berabad-abad, menghasilkan kerajinan yang sangat sesuai dengan berbagai kondisi laut. Masakan tradisional sangat didasarkan pada ikan, sagu dan kelapa.

Musik dan tarian telah menampilkan musik suling bambu dan tari tradisional serta tari modern. Ada tradisi kerajinan yang kaya dari ornamen kayu dan ukiran karang adalah kerajinan yang telah diwariskan secara turun-temurun.


LINGKUNGAN


Pulau Purup merupakan salah satu lingkungan paling sensitif. Terumbu karang adalah dasar dari pulau-pulau. Mereka menawarkan perlindungan ke pulau-pulau kecil sebagai sistem pertahanan alaminya, dan perekonomian masyarakat lokal sangat bergantung pada kesehatan terumbu karang dan ekosistemnya.

Beberapa upaya konservasi telah dilakukan untuk melindungi lingkungan laut Rumberpon dan purup yang sanagt berharga. Sementara beberapa spesies laut dan burung dilindungi oleh undang-undang, kawasan lindung telah ditetapkan untuk memastikan konservasi ekosistem tertentu dan keanekaragaman hayati yang kaya.

Pengunjung ke Rumberpon disarankan untuk tidak membuang sampah sembarangan dan berhati-hati agar tidak menginjak, menyentuh, atau menghilangkan struktur karang saat snorkeling atau menyelam.


KONEKTIVITAS



Pulau Purup Rumberpon terhubung dengan Kota Wasior Kabupaten Teluk Wondama dan Kabupaten Manokwari Selatan Provinsi Papua Barat. Wisatawan dapat melakukan penerbangan internasional ke Bandara Soekarno Hatta di Jakarta Ibu Kota Negara Indonesi, selanjutnya melakukan penerbangan domestik dari kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bali dan Makasar ke Manokwari.

Begitu tiba di manokwari ibu kota provinsi papua barat, Layanan feri terjadwal juga beroperasi dari Manokwari ke Kota Wasior dan Manpkwari ke Sough Wepu. Wisatawan bisa melakukan perjalanan menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Angrem Manokwari Ke Wasior atau Manokwari Ke Sough Wepu Lalu dijemput menggunakan speedboad maupun longboad ke Rumberpon dan Pulau Purup. Ada penerbangan pesawat perintis susi air yang melayani rute manokwari wasior terjadwal.

Jika Anda bepergian ke Pulau Purup, disarankan menghubungi pemandu berpengalaman untuk mengatur perjalanan anda.

 

INFORMASI PERJALANAN


WAKTU

kapan saja anda bisa terhubung dengan kami untuk merencanakan perjalanan anda.


KODE TELEPON INTERNASIONAL

+62


LISTRIK

Menggunakan Mesin generator kecil dan solar panel


LAYANAN SELULER

Kartu SIM prabayar tersedia di seluruh kota kota di indonesia. Kartu SIM dapat digunakan untuk panggilan lokal dan internasional dan untuk data.


MATA UANG

Rupiah (Rp) adalah mata uang Indonesia yang berlaku seluruh indonesia. Kartu ATM Bersama dapat digunakan di mesin ATM Bank BRI dan Bank Papua di Kota wasior. Di Rumberpon dan Purup tidak ada bank dan mesin ATM, wisatawan disarankan membawa uang tunai.


PERJALANAN DAN TRANSFER

Antar-jemput dengan speedboat dan longboad adalah moda transportasi yang paling mudah dan selalu tersedia. Jika Anda melakukan perjalanan Kembali dari purup ke kota wasior atau kota manokwari, anda bisa menyewa longboad dari Rumberpon dan untuk sampai di manokwari harus melalui gunung botak manokwari selatan dengan menggunakan taxi untuk sampai di kota manokwari. Jika anda bepergian ke kota manokwari melalui kota wasior maka layanan feri selalu ada dan terjadwal. Pesawat perintis Susi Air pun selalu ada tiga kali dalam seminggu. Beberapa penerbangan harian beroperasi di bandara kota manokwari.


ALKOHOL

Impor alkohol oleh individu tidak diizinkan. Namun jika anda membuthkan, kami sarankan menghubungi pemandu anda untuk menyediakan terlebih dahulu sesuai kebutuhan.


CUACA

Suhu udara rata-rata di wilayah Kabupaten Teluk Wondama berkisar dari 200 - 380 C, bertepatan dengan berlangsungnya musim kemarau (Juli dan Agustus). Selama bulan Nopember hingga Maret atau selama musim penghujan suhu udara 210 - 300C. Fluktuasi suhu tahunan tidak lebih dari 20C, dengan kisaran rata-rata 26,920C. Tekanan udara barometrik maksimum 1.013 mb dan minimum 998,6 mb dengan rata-rata sebesar 1.006,1 mb. Kelembaban udara rata-rata 84,7?n intensitas penyinaran matahari 54,3%.


PAKAIAN

Pakaian katun sangat cocok dengan iklim tropis yang panas. Wisatawan diharapkan untuk menghormati budaya lokal dan berpakaian sopan ketika mengunjungi atau tinggal di pulau berpenghuni. Sandal sangat ideal, karena Anda mungkin sering ingin melepaskannya dan bertelanjang kaki.


PELAYANAN MEDIS

Rumah sakit umum utama Dr. Drs. Albert H. Torey, MM tersedia di Kota wasior dan Pusat Kesehatan Masyarakat tersedia di Pulau Rumberpon dan Sabubar, ada dokter dan perawat yang bertugas. Namun kami sarankan wisatawan membawa perlengkapan obat-obatan tersendiri.


Imformasih lebih lanjut mengenai Pulau Purup dan Bagaimana cara berkunjung ke sana, silahkan menghubgungi kami di +6281248931154





👇


Sabtu, 15 April 2023

Mengunjungi Kepala Suku Toro di Undurara

 

Bapak Musa Uryo, Kepala Suku Toro

Dia adalah Musa Uryo seorang laki-laki Suku Toro-Kuri Asli, Ia menjadi Kepala Suku Toro dan puluhan tahun Ia memilih mendedikasikan dirinya kepada alam dan hutannya. Ia tinggal Bersama kedua Isterinya di sebuah dusun kecil di Kampung Undurara di Kepala Air Wonggema, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, Indonesia.

Rumah mereka yang sangat kecil terbuat dari bahan kayu dan tali-tali hutan, berada di tengah hutan tanpa listrik dan air bersih, keperluan air untuk konsumsi diambil langsung dari kali wonggema yang mengalir di dekat rumah mereka. Mereka membakar kayu kering dan nyala apinya digunakan sebagai penerang di malam hari untuk menerangi rumah mereka sebelum tidur dan pada saat tidur rumah mereka kembali gelap jika apinya padam.

Tungku Api Digunakan Sebagai Penerang di Malam Hari

Bersama kedua Isterinya hanya berbekal Panah, parang, dan kapak, mereka bertahan hidup puluhan tahun dengan berburu dan bercocok tanam.

Kedua Isteri Dari Bapak Musa Uryo

Harta yang ia miliki hanya sebuah Tifa Tua yang diperkirakan berusia diatas 50 tahun, tifa tersebut dibuat olehnya sendiri Ketika masi berusia remaja, dan juga seekor Babi Jantan yang sedang dikendang.

Sebuah Tifa Tua dan Seekor Babi

Diusinya yang senja, Bapak Musa sudah tidak mampu berbuat banya, apalagi kondisinya dalam keadaan sakit. Kesehariannya Ia hanya tinggal di rumah, setiap urusan rumah tangga dikerjakan oleh kedua isterinya.

Disamping kesibukan kedua isterinya untuk mengurus rumah tangga mereka, kedua isterinya memiliki keahlian menjahit Noken (Tas) dan Tikar dari bahan lokal. Beberapa hasil karya anyaman mereka,

Noken Somu Besar

Noken Somu Kecil

Noken somu kecil selain dijual atau dibarter dengan barang, biasanya digunakan sebagai hadiah pengalungan kepada setiap tamu atau orang baru yang hendak mengunjungi mereka.

Sabtu, 11 Maret 2023

Whimbrel, Burung Asal Siberia di Wondama

Whimbrel in Wondama,West Papua, Indonesia.
Photo: Eky Sawaki

Burung Whimbrel / Gajahan Pengala di wondama, Papua Barat, Indonesia

Beberapa ahli burung mengatakan Whimbrel adalah satu dari jenis burung asal siberia yang ada di Teluk wondama. Beberapa bulan setiap tahunnya whimbrel selalu berada di wondama. Diperkirakan setiap bulan September-april whimbrel berada di wondama, sedangkan bulan mei-agustus whimbrel kembali ke negeri asalnya yaitu Siberia. Burung ini menghabiskan waktunya lebih banyak diluar seberia pada musim dingin.

Whimbrel yermasuk burung perancah yang menyukai gosong lumpur, muara pasang surut, daerah berumput dekat pantai, pasir, dan pantai berbatu. Kadang kala terlihat sendirian, burung ini biasanya hidup dalam kelompok kecil sampai besar, dan sering berbaur dengan burung perancah lain.

Whimbrel suka memangsa moluska, cacing, krustasea dan organisme laut lainnya. Mangsa didapatnya dengan mengais dan menusuk-nusuk lumpur atau tanah lunak dengan paruhnya yang panjang dan sensitif, atau dengan mematuknya apabila mangsa berada di atas tanah. Di daerah asalnya, sebelum bermigrasi, Whimbrel juga diketahui memakan buah-buahan kecil dan kadang juga serangga.

Whimbrel terdiri dari tujuh subspesies, dengan daerah persebaran yang berbeda. Salah satu spesies ialah N. p. variegatus (Scopoli, 1786), tersebar di Siberia, dan saat musim dingin bermigrasi ke India timur, Taiwan, Filipina, Indonesia dan Australasia. Burung ini berbiak di Eropa utara dan Asia, akan tetapi pada musim dingin mengembara ke selatan hingga ke Australia dan Selandia Baru. Whimbrel tercatat sebagai pengunjung musim dingin yang umum di Kepulauan Sumda besar dan juga wilayah Wallacea. Sebarannya sampai di indonesia.

Whimbrel in Wondama,
West Papua, Indonesia.
Photo: Eky Sawaki

Dari perkiraan waktu migrasinya pada maret-april sekelompok kecil Whimbrel sedang melakukan perjalanan dari beberapa daerah sebarannya menuju siberia dan pada maret  sedang singgah sebentar di wondama.

Sepanjang tepi pantai di teluk wondama terdapat lumpur gosong, pasir, muara sungai besar hingga kecil, rerumputan di pinggiran pantai dan, pantai berbatu ini merupakan habitat yang cocok bagi burung whimbrel.

Coastal Scenery of Wondama Bay as seen from Ramiki Beach

Saya menemukan spesies burung ini berada pada dua lokasi pantai yang berbeda di Teluk Wondama.

Selasa, 07 Maret 2023

Pisang Raksasa di Pegunungan Wondiboi

Pisang raksasa di pegunungan wondiboi, Foto: Eky Sawaki

Pisang Raksasa bahasa inggrisnya Giant banana (Musa ingens) di temukan di pegunungan wondiboi Wondama Papua Barat.

Pisang raksasa yang terkenal di pegunungan Arfak dan Fakfak ini telah ditemukan pada januari 2022. Pisang raksasa ini   tumbuh di dataran tinggi sekitar 1.600 mdpl. Tanaman ini tumbuh baik di hutan hujan dengan lingkungan yang berkabut dan berhawa dingin, Pohonnya tegak lurus di antara pohon-pohon di hutan. Pisang Raksasa ini baru pertama kali kami temukan pada Januari 2023 di pegunungan wondiboi wondama.

Dari pengetahuan dan informasih masyarakat lokal, pisang raksasa ini jarang ditemukan karena tumbuh dan berada pada ketinggian yang jarang dijangkau.

Memiliki pohon yang tinggi sekitar 15-25 m, panjang daun sekitar 3-5 m, lebar daun sekitar 1-1,5 m. Buahnya berwarna hijau jika mengkal, dan kuning saat matang dengan ukuran panjang tandang sekitar 2 m. Isi buahnya berbiji, pisang ini tidak dikonsumsi oleh masyarakat lokal. Buah pisang raksasa yang masak sering menjadi sasaran santapan burung-burung dataran tinggi.

Buah pisang raksasa di pegunungan wondiboi,
foto: Eky Sawaki

Penemuan kanguru pohon wondiwoi pada 2017 lalu di dekat rumpun pohon pisang raksasa yang sudah matang, sehingga ada kemungkinan buahnya yang sudah matang dimakan juga oleh kanguru pohon wondiwoi.